MALUKU-Setidaknya ada lima benteng bersejarah di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Kini benteng bersejarah peninggalan Belanda dan Portugis itu masih berdiri tegak.
Nah, bagi para pelancong yang liburan di Kabupaten Maluku Tengah bisa mengunjungi lima benteng untuk sekedar mengetahui sejarahnya maupun berswafoto dengan latar belakang benteng yang ikonik.
Meski secara adiministrasi masuk wilayah Kabupaten Maluku Tengah, tetapi lokasi dari kelima benteng berbeda-beda pulau.
Baca juga: 9 Fitur Instagram Terbaru Bikin Story dan Profil Makin Cakep
Berikut lima benteng di Kabupaten Maluku Tengah yang disarankan untuk dikunjungi pelancong:
1. Benteng Duurstede
Di Pulau Saparua, Benteng Duurstede terletak. Benteng ini, merupakan peninggalan Belanda sekaligus juga saksi sejarah perlawanan heroik Kapitan Pattimura dan masyarakat Maluku.
Meski peninggalan Belanda, tetapi Benteng Duurstede awalnya dibangun Portugis pada abad ke-17 untuk melindungi perdagangan rempah-rempah.
Namun kembali diambil alih dan diperkuat oleh Belanda pada tahun 1676. Kemudian 1817, direbut Kapitan Pattimura dan pasukannya dalam Perang Pattimura.
Arsitektur benteng berbentuk segi empat dengan tiga bastion di sudutnya. Berada di tepi pantai. Dindingnya terbuat dari batu karang kokoh. Di dalam benteng terdapat barak, gudang senjata dan sumur di tengah benteng sebagai sumber air bersih.
Untuk menuju benteng ini, anda bisa naik kapal cepat dari Pelabuhan Tulehu dengan tujuan Pulau Saparua. Kemudian dilanjutkan dengan perjalanan menggunakan motor atau mobil ke benteng.
2. Benteng Belgica
Meski berada di Kabupaten Maluku, tetapi Benteng Belgica yang dikenal dengan desain pentangon ini terletak di Pulau Banda Neira. Dibangun Belanda pada abad ke-17.
Benteng tersebut disebut-sebut sebagai simbol kekuatan VOC dalam menguasai perdagangan pala. Arsiteknya adalah Pieter Both.
Benteng ini juga sebagai pelindung dari serangan lokal dan bangsa lain seperti Inggris dan Portugal. Sebab bentuknya segi lima dengan lima bastion di tiap sudutnya. Dibangun di atas bukit kecil menggunakan batu dan koral.
Baca juga: Permainan Tradisional Seru dari Tanimbar, Bikin Anak Wanita Lupa Gadget !
Di dalamnya terdapat barak tentara, gudang senjata, dan pos pengawasan. Menuju benteng ini dari Ambon, anda bisa menaiki kapal atau pesawat dari Kota Ambon dan Pelabuhan Hunimua di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu.
3. Benteng Amsterdam
Benteng Amsterdam terletak di Pulau Ambon, namun berada pada administrasi wilayah Kabupaten Maluku Tengah. Benteng ini juga merupakan peninggalan Belanda yang berada di pesisir pantai.
Baca juga: 5 Pantai Hits di Pulau Ambon Bikin Takjub dan Melele, Cocok untuk Feed Instagram
Letaknya di perbatasan antara Negeri atau Desa Hila dan Kaitetu, Kecamatan Leihitu. Dari Kota Ambon hanya berjarak 42 kilometer.
Meski berada di Kepulauan Banda, tetapi Benteng Concordia berada di Pulau Banda Besar, Kabupaten Maluku Tengah. Benteng dibangun oleh Belanda pada Tahun 1630, berada persis di Desa atau Negeri Waer.
5. Benteng Nassau
Selain Benteng Concordia dan Belgica di Kepulauan Banda, ada juga Benteng Nassau. Belanda disebut-sebut membangun benteng ini lebih pertama di Pulau Banda Naira. Benteng ini selesai dibangun pada tahun 1609. Tujuannya untuk mengontrol perdagangan pala, yang pada saat itu hanya tumbuh di Kepulauan Banda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber