Selasa, 27 JANUARI 2026 • 11:31 WIB

Sambut Ramadhan Penuh Semarak di Kampung Werinama Maluku, Lomba Jadi Perekat Warga

Author

Ramadhan jadi ajang silaturahmi lewat perlombaan khas Maluku (Humas / ADPIM)

MALUKU - Kampung Werinama di Provinsi Maluku memiliki cara khas dalam menyambut dan menghidupkan bulan suci Ramadhan. Setiap tahun, masyarakat setempat menggelar berbagai perlombaan bernuansa keagamaan dan kebudayaan yang melibatkan seluruh lapisan warga. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, semua ikut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan yang bertujuan mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat beribadah.

Bagi warga Kampung Werinama, Ramadhan bukan sekadar bulan untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperkuat nilai religius dan sosial. Melalui berbagai perlombaan, masyarakat memanfaatkan bulan suci ini sebagai sarana pendidikan keagamaan yang dikemas secara menyenangkan dan penuh kebersamaan.

Baca juga: Tradisi Jalan Aiwat hingga Tunggu Batal, Ini Uniknya Ramadan di Kampung Geser Maluku

Lomba Ramadhan yang Selalu Dinanti Warga

Saat Ramadhan tiba, suasana Kampung Werinama berubah menjadi lebih hidup. Sejak awal bulan, masjid dan lingkungan sekitar kampung dipenuhi aktivitas warga yang antusias mengikuti perlombaan. Berbagai lomba telah dipersiapkan jauh-jauh hari oleh panitia yang terdiri dari tokoh agama, pemuda, dan pengurus masjid.

Beberapa jenis lomba yang rutin digelar antara lain lomba membaca Al-Qur’an, lomba azan, serta cerdas cermat Islami. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan, terutama oleh anak-anak dan remaja.

Setiap sore menjelang waktu berbuka puasa, anak-anak berkumpul di masjid untuk mengikuti lomba membaca Al-Qur’an. Dengan penuh semangat, mereka menampilkan kemampuan membaca ayat-ayat suci di hadapan juri dan penonton. Para juri yang berasal dari kalangan tokoh agama setempat memberikan penilaian berdasarkan ketepatan tajwid, kelancaran bacaan, serta pemahaman dasar terhadap ayat yang dibaca.

Baca juga: Masjid Raya Al Fatah Ambon Terbesar di Maluku Ternyata Dibangun Sejak Era Soekarno

Suasana lomba berlangsung khidmat namun tetap hangat. Orang tua yang hadir turut memberikan dukungan kepada anak-anak mereka. Bagi warga Kampung Werinama, lomba ini bukan semata-mata ajang kompetisi, tetapi juga sarana menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.

Lomba Azan dan Cerdas Cermat Islami

Selain lomba membaca Al-Qur’an, lomba azan menjadi salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian. Anak-anak dan remaja berlomba-lomba mengumandangkan azan dengan suara lantang dan merdu. Sebelum lomba dimulai, para peserta biasanya telah berlatih secara rutin, baik di rumah maupun di masjid.

Lomba azan ini tidak hanya melatih kemampuan vokal, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kecintaan terhadap ibadah. Setiap peserta tampil dengan gaya terbaik mereka, disambut tepuk tangan dan dukungan dari warga yang hadir.

Tak kalah seru, lomba cerdas cermat Islami juga menjadi favorit. Dalam lomba ini, peserta diuji pengetahuannya seputar ajaran Islam, sejarah nabi, hingga praktik ibadah sehari-hari. Pertanyaan disusun secara berjenjang, sehingga dapat diikuti oleh berbagai kelompok usia. Lomba ini menjadi sarana edukatif yang efektif sekaligus menyenangkan.

Baca juga: Dedikasi Aipda Safrijal Bangun Jembatan Hubungkan Tiga Dusun di Seram Bagian Barat Diganjar Penghargaan

Kegiatan Kreatif Menambah Semarak Ramadhan

Tak hanya berfokus pada lomba keagamaan, masyarakat Kampung Werinama juga menggelar berbagai kegiatan kreatif untuk menambah semarak Ramadhan. Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan adalah lomba kaligrafi Al-Qur’an. Peserta dari berbagai usia menunjukkan keterampilan mereka dalam menulis ayat-ayat suci dengan indah dan penuh ketelitian.

Hasil karya peserta biasanya dipamerkan di area masjid atau balai kampung, sehingga dapat dinikmati oleh warga lainnya. Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan bakat seni sekaligus memperdalam kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Selain itu, terdapat pula lomba pembuatan hantaran Lebaran yang diikuti oleh para ibu-ibu. Dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal seperti anyaman daun kelapa, kain tradisional, dan bunga segar, para peserta berkreasi menghias bingkisan Lebaran. Hantaran yang dibuat tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat makna kebersamaan dan kepedulian sosial.

Baca juga: Polda Maluku Bongkar Praktek Oplos BBM Subsidi di Ambon, Sita 15.000 Liter Solar

Bingkisan hasil lomba kemudian dibagikan kepada warga yang membutuhkan, sehingga kegiatan ini tidak hanya bersifat kompetitif, tetapi juga memiliki nilai sosial yang tinggi.

Ceramah dan Kisah Nabi Usai Tarawih

Pada malam hari, setelah pelaksanaan salat tarawih, warga Kampung Werinama kembali berkumpul di masjid untuk mengikuti ceramah keagamaan dan kisah-kisah nabi. Beberapa ustaz dan ustazah diundang untuk menyampaikan tausiah dengan gaya yang ringan dan mudah dipahami.

Cerita-cerita tentang keteladanan nabi disampaikan secara interaktif, sehingga menarik perhatian anak-anak dan remaja. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran agama yang efektif, sekaligus mengisi malam-malam Ramadhan dengan kegiatan yang bermanfaat.

Baca juga: Jaksa Ungkap Modus Pegawai Bank di Buru Korupsi Dana Nasabah Rp 2,5 Miliar

Gotong Royong dan Kebersamaan Warga

Semangat kebersamaan menjadi nilai utama dalam seluruh rangkaian lomba Ramadhan di Kampung Werinama. Warga bergotong royong menyiapkan segala kebutuhan kegiatan, mulai dari tempat, perlengkapan lomba, hingga konsumsi untuk peserta dan panitia.

Hadiah bagi para pemenang juga disiapkan secara bersama-sama. Meski sederhana, seperti perlengkapan sekolah, alat ibadah, atau bahan makanan, hadiah tersebut menjadi bentuk apresiasi dan penyemangat bagi peserta. Bagi warga Kampung Werinama, kebahagiaan tidak diukur dari besar kecilnya hadiah, melainkan dari kebersamaan yang terjalin.

Ramadhan di Kampung Werinama selalu menjadi momen istimewa yang dinantikan setiap tahun. Melalui berbagai lomba dan kegiatan, masyarakat berhasil menciptakan suasana Ramadhan yang semarak, religius, dan penuh kehangatan. Tradisi ini menjadi bukti bahwa Ramadhan dapat dirayakan dengan cara yang sederhana, namun sarat makna dan memperkuat ikatan sosial antarwargA.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pemkotkampungmaluku.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU