Senin, 06 JULI 2026 • 10:35 WIB

Rekomendasi Spot Stargazing Terbaik di Maluku untuk Melihat Bintang

Author

spot stargazing terbaik maluku lihat bintang indah

MALUKU - Maluku selama ini lebih dikenal sebagai surga wisata bahari dengan pantai berpasir putih, laut biru jernih, dan gugusan pulau eksotis. Namun, provinsi kepulauan di Indonesia timur ini juga menyimpan pesona lain yang belum banyak diketahui wisatawan, yaitu langit malam yang begitu bersih dan dipenuhi ribuan bintang.

Jauh dari hiruk pikuk kota besar dan minim polusi cahaya, banyak kawasan di Maluku menawarkan pengalaman stargazing atau melihat bintang yang memukau. Saat malam tiba, langit berubah menjadi hamparan gelap yang dihiasi gugusan bintang, bahkan pada kondisi tertentu, bentangan Bima Sakti atau Milky Way dapat terlihat jelas dengan mata telanjang.

Bagi pecinta fotografi malam, pemburu Milky Way, hingga wisatawan yang ingin menikmati suasana tenang bersama keluarga atau pasangan, Maluku memiliki banyak lokasi yang layak dikunjungi. Mulai dari pantai, perbukitan, hingga pulau-pulau kecil yang jauh dari keramaian.

Rekomendasi Spot Terbaik Melihat Bintang di Maluku

1. Pantai Liang, Maluku Tengah

Pantai Liang atau Pantai Hunimua merupakan salah satu pantai paling terkenal di Maluku. Pada siang hari, pantai ini menawarkan pasir putih yang lembut dan air laut berwarna biru kehijauan. Namun saat malam tiba, suasananya berubah menjadi lokasi ideal untuk menikmati langit berbintang.

Karena berada cukup jauh dari pusat Kota Ambon, polusi cahaya di kawasan ini relatif rendah. Jika cuaca cerah, ribuan bintang dapat terlihat memenuhi langit.

Area pantai yang luas juga memungkinkan wisatawan membawa tikar atau kursi lipat untuk bersantai sambil menikmati pemandangan malam.

2. Pulau Ora, Kabupaten Maluku Tengah

Pulau Ora dikenal sebagai "Maldives-nya Indonesia". Keindahan bawah lautnya memang mendunia, tetapi langit malam di kawasan ini juga tidak kalah memesona.

Lokasinya yang berada jauh dari kawasan perkotaan membuat langit terlihat sangat gelap. Kondisi tersebut menjadi keuntungan besar bagi para pemburu Milky Way maupun fotografer malam.

Suara ombak yang tenang dipadukan dengan langit penuh bintang menciptakan pengalaman yang sulit ditemukan di banyak tempat lain di Indonesia.

3. Pantai Natsepa, Ambon

Pantai Natsepa menjadi salah satu destinasi favorit warga Ambon. Meski cukup dekat dari pusat kota, beberapa bagian pantai yang lebih sepi tetap menawarkan langit malam yang indah.

Datanglah pada malam hari ketika bulan sedang tidak terlalu terang agar bintang terlihat lebih jelas. Tempat ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati stargazing tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

4. Gunung Binaiya, Pulau Seram

agi pencinta pendakian, Gunung Binaiya merupakan lokasi terbaik menikmati langit malam.

Sebagai gunung tertinggi di Maluku dengan ketinggian lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut, kawasan ini memiliki udara yang bersih dan minim gangguan cahaya.

Saat bermalam di area perkemahan, pendaki dapat menyaksikan gugusan bintang yang tampak sangat terang. Pada musim kemarau, Milky Way bahkan sering terlihat jelas membentang di atas pegunungan.

Namun, lokasi ini hanya direkomendasikan bagi pendaki yang memiliki pengalaman karena jalurnya cukup menantang.

5. Pantai Ngurbloat, Kepulauan Kei

Pantai Ngurbloat terkenal memiliki pasir putih yang sangat halus.

Saat malam hari, kawasan pantai menjadi sangat tenang karena jauh dari keramaian. Minimnya polusi cahaya membuat lokasi ini sangat ideal untuk menikmati langit malam.

Wisatawan dapat menggelar tikar di bibir pantai sambil menikmati suara ombak dan jutaan bintang yang menghiasi langit.

6. Pulau Banda Neira

Selain memiliki nilai sejarah tinggi, Banda Neira juga menawarkan panorama malam yang luar biasa.

Karena jauh dari pusat aktivitas perkotaan, langit malam di Banda sangat bersih. Wisatawan bahkan dapat menikmati stargazing dari tepi pantai, dermaga, maupun penginapan yang menghadap laut.

Kawasan ini menjadi favorit fotografer landscape yang ingin mengabadikan Milky Way dengan latar Gunung Api Banda.

7. Pulau Kisar

Berada di Kabupaten Maluku Barat Daya, Pulau Kisar termasuk destinasi yang masih sangat alami.

Kepadatan penduduk yang rendah membuat pencahayaan malam minim sehingga langit terlihat sangat gelap.

Bagi wisatawan yang mencari hidden gem untuk menikmati bintang tanpa keramaian, Pulau Kisar menjadi pilihan yang tepat.

Waktu terbaik melakukan stargazing di Maluku adalah pada musim kemarau, umumnya antara April hingga Oktober. Pada periode tersebut, curah hujan lebih rendah sehingga langit cenderung cerah.

Jam terbaik untuk menikmati langit malam biasanya mulai pukul 20.00 hingga menjelang dini hari. Semakin larut malam, langit akan semakin gelap sehingga bintang tampak lebih jelas.

Selain itu, wisatawan sebaiknya memperhatikan fase bulan. Saat bulan baru atau ketika cahaya bulan sangat redup, gugusan bintang akan terlihat jauh lebih banyak dibanding saat bulan purnama.

Sebelum berangkat, cek prakiraan cuaca agar terhindar dari awan tebal atau hujan yang dapat menghalangi pandangan ke langit.

Sebagian besar destinasi stargazing di Maluku dapat diakses melalui Kota Ambon sebagai pintu masuk utama provinsi.

Pantai Liang

Berjarak sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Ambon dan dapat ditempuh sekitar satu jam menggunakan kendaraan bermotor. Pantai ini telah memiliki area parkir, toilet, gazebo, dan warung makan. Tiket masuk tergolong terjangkau, sekitar Rp20.000–Rp25.000 per orang tergantung hari kunjungan.

Pantai Natsepa

Hanya sekitar 30 menit dari pusat Kota Ambon. Akses jalan sudah sangat baik dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Tiket masuk berkisar Rp10.000–Rp15.000.

Pulau Ora

Perjalanan dimulai dari Ambon menuju Pelabuhan Amahai di Pulau Seram menggunakan kapal cepat. Selanjutnya perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menuju Desa Saleman, kemudian menyeberang menggunakan perahu menuju Pulau Ora. Sebagian besar wisatawan menginap di resort atau homestay karena lokasi cukup jauh.

Gunung Binaiya

Pendakian biasanya dimulai dari Desa Piliana atau Kanikeh di Pulau Seram. Pendaki wajib menggunakan pemandu lokal dan mempersiapkan logistik yang memadai.

Banda Neira

Dapat dicapai menggunakan kapal laut maupun penerbangan perintis dari Ambon sesuai jadwal operasional. Setelah tiba, hampir seluruh titik wisata dapat dijangkau menggunakan sepeda atau berjalan kaki.

Pantai Ngurbloat

Wisatawan dapat terbang menuju Langgur di Kabupaten Maluku Tenggara, kemudian melanjutkan perjalanan sekitar 30 menit menuju pantai.

Agar aktivitas stargazing semakin nyaman, ada beberapa perlengkapan yang sebaiknya dipersiapkan.

1. Gunakan pakaian hangat
Meski Maluku dikenal beriklim tropis, beberapa kawasan pantai dan pegunungan terasa cukup dingin pada malam hari.

2. Membawa alas duduk atau tikar
Jika tidak berkemah, tikar akan sangat membantu agar lebih nyaman menikmati langit selama berjam-jam.

3. Senter dengan cahaya merah
Cahaya merah tidak terlalu mengganggu adaptasi mata terhadap kondisi gelap sehingga memudahkan melihat bintang.

4. Membawa kamera dan tripod
Bagi pecinta fotografi, tripod menjadi perlengkapan wajib untuk memotret Milky Way maupun jejak bintang menggunakan teknik long exposure.

5. Unduh aplikasi peta langit
Aplikasi astronomi di ponsel dapat membantu mengenali rasi bintang, planet, hingga arah munculnya Milky Way.

6. Membawa makanan dan minuman
Beberapa lokasi cukup jauh dari permukiman sehingga tidak tersedia warung yang buka hingga malam.

7. Menjaga kebersihan
Selalu bawa kembali sampah yang dihasilkan dan hindari merusak lingkungan sekitar agar keindahan alam Maluku tetap terjaga.

Keindahan Maluku ternyata tidak hanya tersimpan di bawah laut maupun garis pantainya. Saat matahari terbenam, provinsi kepulauan ini menghadirkan panorama langit malam yang menakjubkan berkat minimnya polusi cahaya di banyak wilayah.

Mulai dari Pantai Liang, Pulau Ora, Banda Neira, Pantai Ngurbloat, hingga Gunung Binaiya, setiap lokasi menawarkan pengalaman stargazing dengan karakter yang berbeda. Ada yang cocok untuk wisata keluarga, fotografi malam, hingga petualangan berkemah di alam terbuka.

Dengan memilih waktu yang tepat, memperhatikan kondisi cuaca, dan membawa perlengkapan yang memadai, pengalaman menikmati ribuan bintang di langit Maluku akan menjadi momen yang sulit dilupakan. Bagi pencinta alam maupun wisatawan yang ingin merasakan sisi lain Indonesia timur, berburu bintang di Maluku layak masuk dalam daftar perjalanan berikutnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU