Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 09 OKTOBER 2025 • 09:27 WIB

Polisi Beber Potensi Konflik di Maluku dan Cara Penanganan

Polisi Beber Potensi Konflik di Maluku dan Cara PenangananDialog publik yang membahasa penanganan konflik sosial di Maluku. (dok. Humas Polda Maluku)

MALUKU-Polda Maluku kerap kali mengedepankan pendekatan kearifan lokal guna mencegah dan menyelesaikan konflik sosial di Maluku.

Meski dianggap membantu, namun penegakan hukum tak tuntas justru memicu masalah baru di masyarakat.

Hal tersebut diutarakan Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rosita Umasugi dalam dialog publik yang disiar Radio Pemerintah di Ambon, Selasa, 7 Oktober 2025.

Baca juga: Bagian Satu Kosakata Bahasa Melayu Ambon Abjad A, Bikin Aksen Otentik

Menurut Rositah, konflik juga terjadi akibat masalah awal. Di tengah kondisi ini, polisi bergerak cepat menyelesaikan konflik dengan penegakan hukum. 

"Selain mengedepankan penegakan hukum terhadap setiap permasalahan, juga tidak mengesampingkan pranata sosial dan pranata adat untuk penuntasan setiap permasalahan hukum," jelasnya.

Lanjut Rositah, pihak kepolisian terus berupaya meredam konflik. Teranyar telah membuat program Kamtibmas bernama Baileo Manise atau rumah perdamaian.

Dia pun berharap dengan adanya Baileo Manise dapat menjadi rumah penyelesaian konflik di Maluku.

Baca juga: Paman Suruh Teman Setubuhi Ponakan di Maluku Tenggara, Sediakan Kamar dan Iming-iming Uang

"Sebab di rumah perdamaian ini, ada para tokoh agama, masyarakat dan pemuda,” jelasnya.

Juru bicara Polda Maluku ini juga mengajak masyarakat agar tidak cepat percaya dengan informasi negatif yang diterima, termasuk melalui media sosial (medsos). Masyarakat diminta bijak saat menggunakan medsos.

"Kami sangat berharap masyarakat bijak dalam menyikapi setiap informasi yang beredar. Kita tahu bersama bahwa dalam setiap konflik biasanya akan melibatkan banyak orang, padahal yang memiliki permasalahan cuma satu orang,” pintanya.

“Sehingga pada kesempatan ini juga kami mengimbau seluruh masyarakat apabila ada permasalahan antaroknum jangan sampai melibatkan keluarga, kelompok atau desa," sambungnya.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri Abdul Muthalib Sangadji Ambon, Prof Hasbollah Toisuta, konflik sosial biasanya terjadi karena perebutan sumber daya atau gagalnya relasi dalam kehidupan sosial.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Polisi Beber Potensi Konflik di Maluku dan Cara Penanganan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!