Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi. (Humas Polda Maluku)
MALUKU-Polda Maluku berjanji akan menangani kasus oknum polisi berpangkat Bripka Marlon Pietersz diduga memukul warga bernama Belger Passau di Ambon, Maluku.
Begitu juga laporan yang disampaikan ibu dari anggota Ditbinmas Polda Maluku itu. Dalam insiden ini, ibunya bernama Welmientje Pietersz juga terkena pukul dari Gusti Lawalata.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rosita Umasugi mengatakan untuk kedua laporan tersebut kini tengah ditangani oleh Ditreskrimum Polda Maluku.
Baca juga: Kota Ambon Dapat Jatah 470 Kuota Hunian Layak Huni
Selanjutnya, Kombes Rositah menegaskan bahwa kasus ini mendapat atensi serius dari pimpinan Polda Maluku.
“Polda Maluku berkomitmen menegakkan hukum secara adil dan transparan,” tegas Rositah melalui keterangan tertulis, Kamis, 02 Oktober 2025.
“Setiap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran, baik disiplin, kode etik, maupun tindak pidana, akan diproses sesuai aturan yang berlaku tanpa pandang bulu,” ujarnya.
Ia menambahkan, kini proses penyelidikan sedang berjalan baik di Bidpropam maupun di Ditreskrimum.
“Untuk dugaan pelanggaran kode etik, Subbidwabprof Bidpropam Polda Maluku yang akan memproses. Sementara dugaan tindak pidana penganiayaan ditangani Ditreskrimum. Kami memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara objektif dan profesional,” jelasnya.
Baca juga: Kedutaan Besar Australia Beri Polda Maluku Tujuh Komputer
Sebelumnya diberitakan, Awalnya warga sekitar 10-20 orang mendatangi rumah Bripka Marlon di kawasan Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Sabtu, 27 September 2025 pukul 21.15 WIT.
Saat itu ada juga korban Belger. Welmientje Pietersz yang mencoba melerai penganiayaan justeru terkena pukul dari Gusti Lawalata.
Rositah berkata tujuan mereka saat itu untuk meminta klarifikasi terkait ancaman dilontarkan Bripka Marlon.
Baca juga: Polda Maluku-DPRD Gelar RDP Bahas Kasus Kecelakaan dan Kekerasan di Tanah Ratah Ambon
“Sekelompok warga berjumlah sekitar 10–20 orang, termasuk korban Belger Passau, mendatangi rumah Bripka Marlon untuk meminta klarifikasi,” jelas Rositah melalui keterangan tertulis, Rabu, 2 Oktober 2025.
Selanjutnya terjadi adu mulut hingga berujung pada penganiayaan. Kala itu, Bripka Marlon diduga menendang, memukul dan mencekik korban Belger. Ibu dari Bripka Marlon, bernama Welmientje Pietersz yang mencoba melerai penganiayaan justeru terkena pukul dari Gusti Lawalata.
“Dalam insiden yang sama, ibu Bripka Marlon, bernama Welmientje Pietersz, juga mengalami luka memar akibat terkena pukulan dari Gusti Lawalata,” bebernya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: