Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 02 MARET 2026 • 10:55 WIB

Wali Kota Ambon Perkenalkan Tiga Gerakan Lingkungan di HPSN 2026

Wali Kota Ambon Perkenalkan Tiga Gerakan Lingkungan di HPSN 2026Ambon Perkuat Gerakan Bersih Hijau Nyaman (MCAMBON/MT)

MALUKU – Pada puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Kota Ambon, Wali Kota memperkenalkan serangkaian inisiatif lingkungan sebagai penguatan komitmen kota terhadap kebersihan dan kelestarian alam. Agenda tersebut digelar di Negeri Rutong, Sabtu (28/2/26), dan menjadi bagian dari upaya memperluas gerakan sadar lingkungan di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, meluncurkan “Gerakan Tambahan” yang dirancang sebagai identitas gerakan lingkungan khas Kota Ambon. Inisiatif tersebut mencakup Kota Ambon Bersih, Asri, Hijau, dan Nyaman; Gerakan Tanam Gadihu (GERTAK); serta Gerakan Bersama Rawat Alam Kota (GEBRAK).

Gerakan Tambahan merupakan akronim dari Kota Ambon Bersih, Asri, Hijau, dan Nyaman. Menurut wali kota, konsep ini sejalan dengan gerakan nasional Indonesia ASRI dan menjadi penegasan komitmen Ambon dalam membangun lingkungan yang tertata dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa makna “bersih” diwujudkan melalui kedisiplinan masyarakat dalam membuang serta mengelola sampah dengan benar. Sementara itu, unsur “asri” ditekankan melalui penanaman gadihu, tanaman endemik Maluku yang dinilai lebih adaptif terhadap kondisi alam Ambon.

Wali kota menilai penggunaan tanaman lokal lebih tepat dibandingkan mendatangkan tanaman dari luar daerah yang belum tentu cocok dengan iklim setempat. Gadihu, sebagai flora khas Maluku, dianggap memiliki daya tahan lebih baik sekaligus memperkuat identitas lingkungan kota.

Untuk mendukung terwujudnya kota yang “hijau”, Pemkot Ambon melalui GEBRAK menargetkan penanaman 5.000 pohon produktif. Bibit rambutan, mangga, dan tanaman berbuah lainnya akan dibagikan ke desa, negeri, dan kelurahan agar penghijauan berjalan merata sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi warga.

Menurutnya, jika tiga unsur tersebut berjalan beriringan bersih, asri, dan hijau maka kenyamanan kota akan tercipta secara alami. Lingkungan yang tertata bukan hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga memperkuat citra Ambon sebagai kota yang peduli lingkungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon dalam laporannya menegaskan bahwa HPSN bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini, katanya, harus menjadi refleksi bersama agar persoalan sampah tidak diwariskan kepada generasi mendatang.

Rangkaian HPSN 2026 sendiri telah dimulai sejak 18 Februari melalui kerja bakti massal yang melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bersama desa dan kelurahan. Dalam kegiatan tersebut, sekitar 10 ton sampah berhasil dikumpulkan.

Pada puncak acara, sejumlah kegiatan turut digelar untuk meningkatkan partisipasi publik, mulai dari peluncuran gerakan lingkungan, pemberian penghargaan kepada pejuang kebersihan, lomba kebersihan antarwilayah, talk show “Arika Kalesang Negeri”, pameran UMKM, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, hingga kunjungan edukatif wisata sagu.

Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kota Ambon berharap kesadaran kolektif masyarakat semakin kuat. Wali kota pun mengajak seluruh elemen untuk tidak berhenti pada wacana, melainkan membuktikan kepedulian terhadap lingkungan lewat tindakan nyata.

Upaya ini diharapkan menjadi warisan positif bagi generasi mendatang sebuah komitmen bersama untuk menjaga Ambon tetap bersih, hijau, dan nyaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ambon.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Wali Kota Ambon Perkenalkan Tiga Gerakan Lingkungan di HPSN 2026

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!