Wagub Malut Gelar Sembako Murah Tidore (Humas / ADPIM)
MALUKU – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, memimpin langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dipusatkan di halaman Masjid Ar-Rahman Tomagoba, Sabtu (14/3). Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk membantu masyarakat sekaligus menekan laju inflasi daerah menjelang kebutuhan Ramadan dan Idulfitri.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Kepala Dinas Pangan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kepala Biro Administrasi Pimpinan, serta Ketua Tim Penggerak PKK Maluku Utara. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah masyarakat.
Dalam operasi pasar tersebut, pemerintah menyediakan sebanyak 1.000 paket bahan pokok yang terdiri dari beras SPHP, gula pasir, dan Minyakita. Paket sembako itu disalurkan melalui dua jalur, yakni 300 paket melalui Dinas Pangan dan 700 paket melalui Dinas Perindag.
Dalam sambutannya, Sarbin menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah dilaksanakan secara serentak di 10 kabupaten/kota di Maluku Utara. Bahkan beberapa daerah kepulauan seperti Taliabu dan Kepulauan Sula telah lebih dahulu melaksanakan kegiatan serupa beberapa hari sebelumnya.
“Gerakan Pangan Murah ini adalah ikhtiar pemerintah untuk membantu para ibu rumah tangga menghadapi tren kenaikan harga bahan pokok saat Ramadan. Kami berharap nilai jual paket sebesar Rp50.000 ini dapat meringankan beban ekonomi keluarga,” ujarnya.
Sarbin juga menyoroti fenomena perubahan pola konsumsi masyarakat saat puasa atau yang ia sebut sebagai “pindah jam makan”. Kondisi ini, menurutnya, sering memicu lonjakan permintaan bahan pokok di pasar.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, agar mulai menerapkan pola hidup hemat dan sederhana. Salah satunya dengan mengurangi potensi food waste atau sisa makanan yang terbuang.
Mengutip data survei nasional, Sarbin menyebut potensi kerugian akibat makanan berbuka puasa yang terbuang dapat mencapai miliaran rupiah setiap malam.
“Bayangkan berapa banyak ruang kelas atau jembatan yang bisa kita bangun jika uang dari makanan yang terbuang itu bisa kita hemat. Mari kita ubah perilaku hidup agar lebih efisien,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyinggung tingginya inflasi daerah yang dipicu oleh komoditas cabai (rica) dan tomat. Untuk itu, masyarakat didorong tidak sepenuhnya bergantung pada pasar dengan menghidupkan kembali budaya “Bakobong” atau berkebun di halaman rumah.
“Penyumbang utama inflasi kita adalah rica, tomat, dan ikan sorihi. Jika kita bisa menggerakkan budaya menanam di rumah masing-masing, insyaallah inflasi ini bisa kita kendalikan bersama,” tambahnya.
Mengakhiri kunjungannya, Sarbin menyampaikan apresiasi kepada pengurus Masjid Ar-Rahman serta seluruh dinas yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia juga memohon maaf karena jumlah paket yang tersedia masih terbatas dan berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang paling membutuhkan di Kota Tidore Kepulauan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Malutprov.go.id