Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 20 MARET 2026 • 10:25 WIB

Masjid Al-Muhajirin Lesane Ditetapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik di Kota Masohi

Masjid Al-Muhajirin Lesane Ditetapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik di Kota MasohiMasjid ramah pemudik di Masohi (SITI RAHMA SASOLE)

MALUKU - Pemerintah terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama momentum arus mudik Lebaran 1447 H/2026. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui program Masjid Ramah Pemudik yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Menindaklanjuti Surat Edaran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor B.268/DT.III/HM.01.2/03/2026 yang merupakan turunan dari Edaran Kementerian Agama Nomor 1 Tahun 2026 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan 1447 H/2026 M, Kantor Urusan Agama (KUA) Kota Masohi bersama Penyuluh Agama Islam melaksanakan program penyediaan Masjid Ramah Pemudik di wilayah Kota Masohi.

Sebagai bentuk implementasi program tersebut, Masjid Al-Muhajirin Lesane resmi ditetapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik. Masjid ini berlokasi di Kelurahan Lesane, Kecamatan Kota Masohi, dan dipilih karena dinilai memiliki kesiapan sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang kebutuhan para pemudik.

Penetapan ini dilakukan dalam rangka menyambut arus mudik Idul Fitri 1447 H yang tengah berlangsung. Kehadiran Masjid Ramah Pemudik diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan jauh, baik dari maupun menuju kampung halaman.

Program ini bertujuan untuk mendukung kelancaran arus mudik sekaligus menyediakan fasilitas yang layak bagi para pemudik. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid juga difungsikan sebagai tempat istirahat sementara, serta menyediakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan selama perjalanan.

Langkah ini menjadi bentuk nyata dukungan Kementerian Agama dalam menciptakan mudik yang aman, nyaman, dan humanis bagi seluruh masyarakat. Selain itu, program ini juga memperkuat peran masjid sebagai pusat pelayanan umat yang tidak hanya berfungsi secara spiritual, tetapi juga sosial.

Kepala KUA Kota Masohi, Muhammad Basirodin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran KUA dan Penyuluh Agama Islam yang telah berperan aktif dalam mempersiapkan program ini. Menurutnya, kesiapan Masjid Al-Muhajirin Lesane merupakan hasil kerja sama dan koordinasi yang baik antara berbagai pihak.

Sebelum penetapan dilakukan, KUA Kota Masohi bersama Penyuluh Agama Islam telah melakukan koordinasi intensif dengan pengurus masjid setempat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh fasilitas pendukung, seperti tempat istirahat, kebersihan, air bersih, serta kenyamanan ruang ibadah, telah siap digunakan oleh para pemudik.

Melalui proses tersebut, Masjid Al-Muhajirin Lesane dinilai layak untuk menjadi bagian dari program Masjid Ramah Pemudik. Ke depan, diharapkan keberadaan masjid ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi para pemudik yang membutuhkan tempat singgah selama perjalanan.

Tidak hanya itu, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan di tengah masyarakat. Dengan adanya fasilitas yang memadai, masjid dapat menjadi ruang yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan umat, terutama dalam momentum penting seperti arus mudik Lebaran.

Penetapan Masjid Al-Muhajirin Lesane sebagai Masjid Ramah Pemudik menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, penyuluh agama, dan masyarakat dapat menghadirkan layanan publik yang bermanfaat langsung bagi masyarakat luas. Di tengah padatnya arus mudik, kehadiran masjid yang ramah dan nyaman tentu menjadi oase bagi para pemudik dalam melanjutkan perjalanan mereka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Maluku.kemenag.go.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Masjid Al-Muhajirin Lesane Ditetapkan sebagai Masjid Ramah Pemudik di Kota Masohi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!