INDOZONE.ID,MALUKU-Sedikitnya enam pesisir di Provinsi Maluku berpotensi diterjang banjir rob.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Mujahidin menjelaskan potensi tersebut diakibatkan adanya fenomena Fase Perigee jarak terdekat bumi - bulan.
"Fenomena itu terjadi pada 20 Juli 2025 dan Fase Bulan baru pada 24 Juli 2025 sehingga berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum," kata Mujahidin, Selasa (15/7/2025).
Mujahidin merincikan wilayah yang berpotensi terkena banjir rob, yaitu Pesisir Kota Ambon, Pesisir Maluku Tengah.
Selanjutnya, Pesisir Seram Bagian Timur, Pesisir Kepulauan Kei, Pesisir Kepulauan Aru dan Pesisir Kepulauan Tanimbar.
Mujahidin mengungkapkan periode waktu potensi banjir rob akan berbeda di setiap wilayah.
"Potensi banjir rob diperkirakan terjadi pada periode 15 - 31 Juli 2025, dengan waktu yang berbeda-beda di tiap wilayah," jelasnya.
Potensi gelombang pasang dan banjir pesisir (rob) ini dapat berdampak pada aktivitas masyarakat. Seperti di pelabuhan dan pesisir.
Untuk itu, masyarakat diimbau agar tidak panik serta selalu waspada dan siaga.
"Siaga dan waspada untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut," harapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Stasiun Meteorologi Maritim Ambon