MALUKU – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Halmahera Tengah melakukan audiensi bersama PT Telkom Indonesia Regional V Makassar guna membahas penguatan infrastruktur telekomunikasi dan percepatan transformasi digital daerah.
Pertemuan berlangsung di Kantor PT Telkom Indonesia Regional V Makassar, Jalan A.P. Pettarani No. 2, Makassar, Kamis (07/05/2026).
Kepala Dinas Kominfosandi Halmahera Tengah, Andi Ismail Akbar, hadir didampingi Sekretaris Dinas serta Kepala Bidang E-Government.
Sementara dari pihak Telkom Regional V Makassar turut hadir Feronika selaku GM Regional Large Enterprise & Government Service Regional V, Johan Titaley selaku Manager Regional Government Orchestration Support Regional V, Abdul Quddus selaku Manager Project Management, dan Risyantho Tandiabang selaku Manager Project Deployment PT Telkom Infrastruktur.
Audiensi berlangsung dalam suasana konstruktif dengan pembahasan berbagai peluang kerja sama strategis, terutama peningkatan layanan telekomunikasi, penguatan digitalisasi pelayanan publik, hingga dukungan teknologi informasi bagi masyarakat dan instansi pemerintahan di Halmahera Tengah.
Kedua pihak juga menyoroti pentingnya pemerataan akses digital dan peningkatan kualitas jaringan komunikasi guna mendukung aktivitas pemerintahan, pendidikan, pengembangan ekonomi digital, dan pelayanan masyarakat yang lebih efektif serta terintegrasi.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Ismail Akbar mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah telah menjadwalkan pembangunan dua tower telekomunikasi pada tahun 2026 di wilayah terpencil dan terluar daerah.
“Pada tahun 2026 telah dijadwalkan pembangunan dua tower telekomunikasi setinggi 72 meter di Desa Sakam, Kecamatan Patani Utara dan Desa Sanaf Kacepo, Kecamatan Pulau Gebe,” ujarnya.
Ia menjelaskan total anggaran pembangunan kedua tower tersebut mencapai Rp5,1 miliar, dengan rincian Rp2,4 miliar untuk tower di Desa Sakam dan Rp2,7 miliar untuk tower di Desa Sanaf Kacepo.
Menurutnya, Desa Sakam menjadi prioritas pembangunan karena masih mengalami keterbatasan akses komunikasi.
“Warga terkadang harus menuju pesisir pantai atau pegunungan hanya untuk mendapatkan sinyal komunikasi,” jelasnya.
Selain itu, wilayah tersebut berbatasan langsung dengan daerah terluar Halmahera Timur sehingga kebutuhan terhadap jaringan telekomunikasi yang memadai dinilai sangat mendesak.
Pihak PT Telkom Indonesia Regional V Makassar menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan ekosistem digital dan penguatan infrastruktur jaringan di Halmahera Tengah.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah berharap hasil audiensi ini menjadi langkah awal kolaborasi berkelanjutan guna mendorong kemajuan daerah berbasis teknologi dan digitalisasi pelayanan publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Haltengkab.go.id