Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 25 MARET 2026 • 10:20 WIB

Legenda Kali Nua: Kisah Cinta, Kehilangan, dan Asal Usul Sungai di Kaki Gunung Binaya

Legenda Kali Nua: Kisah Cinta, Kehilangan, dan Asal Usul Sungai di Kaki Gunung BinayaAsal Kali Nua dari tombak sakti

MALUKU – Di balik keindahan alam Gunung Binaya, tersimpan sebuah legenda yang penuh makna tentang asal-usul terbentuknya sebuah sungai besar di Pulau Seram. Kisah ini dikenal sebagai legenda Kali Nua, cerita turun-temurun yang masih hidup dalam ingatan masyarakat hingga kini.

Legenda ini tidak hanya berkisah tentang penciptaan alam, tetapi juga tentang cinta, kehilangan, dan pengorbanan yang membekas dalam sejarah budaya Maluku.

Alkisah, hiduplah dua putri cantik kakak beradik bernama Pina Aiya dan Pina Niki. Pina Aiya dikenal sebagai putri raja, sementara Pina Niki adalah adiknya yang setia menemaninya.

Keduanya menikah dengan sosok sakti bernama Upu Arna, yang dipercaya sebagai pencipta alam semesta. Mereka kemudian tinggal di dataran kaki Gunung Binaya.

Namun, kehidupan di tempat itu tidak mudah. Sumber air sangat sulit ditemukan, sehingga mereka harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Suatu hari, Upu Arna memutuskan untuk mencari sumber air bagi keluarganya. Ia berpesan kepada kedua istrinya agar tetap menunggu dan segera menghindar jika mendengar suara dahsyat, karena itu menandakan air telah ditemukan dan bisa berbahaya.

Dengan membawa tombak, ia berkelana mencari air, namun tidak berhasil. Dalam kelelahan, ia akhirnya memutuskan untuk menciptakan sumber air sendiri.

Ia menancapkan tombaknya ke tanah. Seketika itu juga, air menyembur deras disertai suara gemuruh yang sangat kuat, membanjiri wilayah sekitarnya.

Suara dahsyat itu terdengar hingga ke tempat tinggal Pina Aiya dan Pina Niki. Mengingat pesan suaminya, Pina Aiya segera melarikan diri untuk menyelamatkan diri.

Namun, Pina Niki memilih tetap tinggal. Dalam sekejap, banjir besar datang dan menghanyutkannya.

Air yang meluap itu terus mengalir dan akhirnya membentuk sebuah sungai besar yang kemudian dikenal sebagai Kali Nua. Nama “Nua” sendiri berarti “tikam”, merujuk pada tindakan Upu Arna yang menancapkan tombaknya ke tanah.

Setelah menciptakan sumber air, Upu Arna kembali untuk mencari kedua istrinya. Ia hanya menemukan Pina Aiya, sementara Pina Niki telah hilang terbawa arus.

Dengan penuh kesedihan, ia mengikuti aliran Kali Nua hingga ke muara di pantai. Di sanalah ia menemukan Pina Niki dalam keadaan tidak bernyawa, terdampar di sebuah tempat yang kemudian dikenal sebagai Makariki.

Dalam perjalanan pulang, Upu Arna mengalami peristiwa tak terduga. Ia tersambar petir di tepi Kali Nua dan seketika tubuhnya membatu di tengah sungai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Buku Mitos-Mitos Berlatar Belakang Sejarah

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Legenda Kali Nua: Kisah Cinta, Kehilangan, dan Asal Usul Sungai di Kaki Gunung Binaya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!