Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 29 MARET 2026 • 08:05 WIB

Legenda Nenek Luhu, Putri Soya yang Misterius dari Ambon

Legenda Nenek Luhu, Putri Soya yang Misterius dari AmbonLegenda Nenek Luhu misterius Ambon

MALUKU — Di tengah kekayaan budaya dan cerita rakyat di Ambon, tersimpan sebuah legenda yang hingga kini masih hidup di tengah masyarakat, yakni kisah tentang Nenek Luhu. Sosok ini dikenal sebagai figur perempuan misterius yang kerap dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa gaib, bahkan dipercaya dapat menculik atau menyembunyikan seseorang secara tiba-tiba.

Cerita tentang Nenek Luhu telah lama diwariskan secara turun-temurun, dari orang tua kepada anak-anak. Kisahnya tidak hanya menjadi dongeng pengantar tidur, tetapi juga bagian dari kepercayaan lokal yang melekat dalam kehidupan masyarakat Ambon. Banyak versi yang berkembang, namun salah satu cerita paling populer menyebutkan bahwa Nenek Luhu berasal dari kalangan bangsawan.

Konon, Nenek Luhu adalah seorang putri dari Kerajaan Soya, sebuah kerajaan yang dahulu berdiri di wilayah pegunungan Ambon. Soya dikenal sebagai negeri yang memiliki pengaruh besar pada masanya, bahkan di era penjajahan Belanda. Hubungan antara kerajaan ini dengan pemerintah kolonial terjalin cukup kuat, sehingga setiap keputusan penting sering melibatkan Raja Soya.

Sang putri dikenal memiliki paras yang cantik dan sangat disayangi oleh keluarga serta orang-orang di sekitarnya. Ia juga memiliki kegemaran menyulam pakaian, aktivitas yang hampir setiap hari ia lakukan dengan penuh ketekunan. Namun, di balik kehidupannya yang tampak tenang, tersimpan peristiwa yang kemudian mengubah takdirnya secara misterius.

Suatu hari, tepat pada hari Minggu, ketika lonceng gereja berbunyi sebagai tanda dimulainya ibadah, seluruh warga bersiap menuju gereja. Orang tua sang putri telah berulang kali mengingatkan agar ia segera menghentikan aktivitas menyulam dan ikut beribadah. Namun, sang putri tetap larut dalam kegiatannya dan mengabaikan panggilan tersebut.

Hingga lonceng berbunyi untuk ketiga kalinya, seluruh warga telah berada di gereja, sementara sang putri masih seorang diri di rumah. Tak lama kemudian, benang sulamannya terjatuh ke lantai dan menggelinding menuju sebuah lubang kecil di sudut rumah. Saat ia berusaha mengambilnya, sesuatu yang tak terduga terjadi—ia terjatuh ke dalam lubang tersebut dan menghilang tanpa jejak.

Sejak saat itu, sang putri tidak pernah ditemukan lagi. Masyarakat percaya bahwa ia tidak benar-benar hilang, melainkan berubah menjadi makhluk gaib yang kemudian dikenal sebagai Nenek Luhu. Sosoknya diyakini masih sering muncul di waktu-waktu tertentu, terutama di tengah keramaian atau di tempat-tempat sepi seperti hutan dan sungai.

Dalam kepercayaan masyarakat setempat, ada tanda-tanda tertentu yang diyakini berkaitan dengan kehadiran Nenek Luhu. Salah satunya adalah fenomena hujan panas—ketika matahari bersinar terik namun hujan tiba-tiba turun. Banyak orang meyakini bahwa itu adalah pertanda Nenek Luhu sedang berjalan-jalan.

Untuk menghindari gangguan dari sosok tersebut, masyarakat memiliki cara tradisional, yakni dengan menyisipkan daun rutu-rutu di kepala. Daun ini dipercaya sebagai penanda bahwa seseorang adalah bagian dari keturunan setempat, sehingga Nenek Luhu tidak akan mengganggu atau menculik mereka.

Cerita tentang Nenek Luhu semakin kuat ketika dikaitkan dengan berbagai peristiwa misterius di masa lalu. Salah satunya adalah hilangnya seorang pejabat kolonial pada awal abad ke-20 yang oleh masyarakat setempat diyakini sebagai ulah sosok tersebut. Meski tidak dapat dibuktikan secara ilmiah, kisah ini terus hidup dan menjadi bagian dari ingatan kolektif warga.

Legenda Nenek Luhu bukan sekadar cerita horor, tetapi juga mencerminkan nilai budaya, kepercayaan, dan cara masyarakat memahami hal-hal yang tidak dapat dijelaskan secara logika. Kisah ini menjadi pengingat akan pentingnya menghormati adat, mendengarkan nasihat orang tua, serta menjaga keseimbangan antara dunia nyata dan kepercayaan spiritual.

Hingga kini, legenda ini tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat Ambon. Di balik nuansa mistisnya, cerita Nenek Luhu menyimpan pesan moral yang kuat dan terus diwariskan dari generasi ke generasi, menjaga agar warisan budaya lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Buku Mitos-Mitos Berlatar Belakang Sejarah

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Legenda Nenek Luhu, Putri Soya yang Misterius dari Ambon

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!