Gua Hawang di Maluku. (Atourin)
MALUKU - Keindahan alam Indonesia tak usah diragukan lagi. Ada banyak destinasi alam yang bisa kamu kunjungi. Salah satunya adalah Gua Hawang merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kepulauan Kei, Maluku Tenggara.
Gua ini terkenal dengan kolam air alaminya yang jernih berwarna biru kehijauan, menciptakan pemandangan yang eksotis dan memikat bagi setiap pengunjung. Keindahan alam yang masih terjaga menjadikan Gua Hawang sebagai destinasi yang menarik untuk dijelajahi.
Selain keindahan visualnya, Gua Hawang juga memiliki nilai budaya dan cerita lokal yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Nama “Hawang” sendiri memiliki arti “setan” dalam bahasa lokal, yang berkaitan dengan legenda yang berkembang di sekitar gua ini. Hal tersebut menambah daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang tertarik dengan kisah budaya dan kearifan lokal.
Suasana di dalam gua yang sejuk dan tenang memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Airnya yang jernih memungkinkan wisatawan untuk melihat dasar kolam dengan jelas, serta merasakan kesegaran alami yang menyegarkan. Lokasi ini sangat cocok untuk kegiatan fotografi maupun eksplorasi alam.
Sebagai salah satu ikon wisata di Maluku Tenggara, GUa Hawang menawarkan perpaduan antara keindahan alam, nilai budaya, dan pengalaman wisata yang unik. Keberadaan destinasi ini diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan alam dan budaya Maluku.
Baca juga: Mengunjungi Ikon Wisata Terpopuler di Maluku, Surga Eksotis Indonesia Timur
Untuk menuju ke Gua Hawang yang terletak di Desa Letvuan, Pulau Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, perjalanan kamu akan dibagi menjadi dua tahapan utama: penerbangan menuju pulau utama, lalu dilanjutkan dengan perjalanan darat.
Berikut adalah panduan lengkap cara menuju ke sana:
Titik masuk utama menuju Maluku Tenggara adalah Bandara Karel Sadsuitubun (LUV) yang berada di Langgur, Pulau Kei Kecil.
Setelah tiba di Bandara Karel Sadsuitubun (Langar) atau jika kamu menginap di pusat kota Tual/Langgur, perjalanan ke Gua Hawang relatif mudah dan sudah memiliki akses jalan yang bagus.
Jarak dan Waktu Tempuh: Jarak dari pusat kota Langgur atau bandara ke Desa Letvuan (lokasi Gua Hawang) adalah sekitar 15 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 25–30 menit.
Baca juga: Menelusuri Jejak Sejarah Desa Tuada, Dari Jalur Rempah hingga Desa Wisata Bahari
Kalau kamu berkunjung ke Gua Hawang, waktu terbaik datang antara pukul 10.00 hingga 14.00 WIT. Pada jam-jam ini, matahari berada di atas gua sehingga sinarnya akan menembus ke dalam air dan memancarkan warna biru kristal yang sangat magis dan jernih.
Kemudian jangan lupa membawa baju ganti. Air di dalam Gua Hawang sangat segar karena terhubung langsung dengan mata air alam (pemandian Evu). Jadi, pastikan kamu membawa baju ganti jika berniat untuk berenang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Dispar.malukuprov.go.id