Pemprov Malut Siaga Ramadan 2026 (Humas/Adpim)
MALUKU – Pemerintah Provinsi Maluku Utara mulai mematangkan berbagai persiapan jelang Bulan Suci Ramadan 2026 melalui Rapat Pimpinan (Rapim) Siaga Ramadan yang digelar di Ruang Pertemuan Perwakilan Gubernur, Sofifi.
Rapat strategis tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, dan dihadiri oleh unsur Forkopimda serta sejumlah instansi terkait. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Kepala Kepolisian, Sekretaris Daerah, perwakilan BMKG, BULOG, PLN, Pertamina, Kementerian Agama, Dinas Kominfo, Biro Kesejahteraan Sosial, hingga OPD teknis lainnya.
Rapim ini menjadi forum koordinasi lintas sektor guna menyamakan langkah dan memastikan kesiapan teknis menghadapi meningkatnya aktivitas masyarakat selama bulan Ramadan.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur Sarbin Sehe menekankan pentingnya menjaga stabilitas wilayah menjelang dan selama Ramadan. Ia mengajak seluruh pihak untuk berperan aktif menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif agar umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk. Pesan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan, Selasa (10/2).
Menurut Sarbin, Rapim Siaga Ramadan merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan, baik dari sisi keamanan, logistik, hingga layanan publik, demi menghadirkan Ramadan yang menenangkan bagi masyarakat.
Dari sektor keamanan dan pangan, Kepala Kepolisian Maluku Utara Stephen M. Napiun menyampaikan bahwa Satgas Pangan Polda Malut telah melakukan pemantauan langsung terhadap ketersediaan serta harga beras dan bahan pokok penting di sejumlah titik strategis.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menjaga stok tetap mencukupi dan harga tetap terkendali, mengingat kebutuhan masyarakat biasanya meningkat selama Ramadan.
Sementara itu, Kepala BMKG Ternate Desindra Deddy Kurniawan memaparkan prakiraan cuaca selama periode Ramadan hingga Idulfitri. Berdasarkan data BMKG, wilayah Maluku Utara diprediksi berada pada fase La Nina yang berangsur menuju kondisi netral.
“Kondisi ini tetap akan kami pantau secara berkala agar aktivitas masyarakat, khususnya ibadah dan arus mudik, dapat berjalan lancar,” jelas Desindra.
Dari sisi keagamaan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku Utara Amar Manaf mengimbau masyarakat untuk menjaga sikap saling menghargai, terutama jika terjadi perbedaan penetapan awal Ramadan antara pemerintah dan organisasi keagamaan.
Ia menegaskan bahwa perbedaan merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dibesar-besarkan agar tidak memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
Terkait ketersediaan pangan, BULOG Ternate memastikan stok beras yang tersimpan di tiga gudang dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idulfitri.
Selain itu, kesiapan transportasi jelang Lebaran juga menjadi perhatian serius. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Maluku Utara, Dedi Kotambunan, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan kondisi jalan serta kelayakan kendaraan angkutan umum.
Menurutnya, pemeriksaan kendaraan menjadi bagian penting dari upaya menjamin keselamatan pengguna jalan serta kelancaran arus transportasi selama Ramadan dan Lebaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Malutprov.go.id