Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 12 APRIL 2026 • 21:02 WIB

Nelayan Wahai Maluku Tengah Hilang di Perairan Misool Raja Ampat Ditemukan Selamat

Nelayan Wahai Maluku Tengah Hilang di Perairan Misool Raja Ampat Ditemukan SelamatIlustrasi tim SAR gabungan mencari nelayan hilang kontak. (dok istimewa)

MALUKU-Roni Fatubun nelayan yang sempat dilaporkan hilang kontak di Perairan Pulau Misool, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, akhirnya ditemukan selamat. 

Roni diselamatkan oleh nelayan di Perairan Desa Yellu, Sabtu, 11 April 2026 sekitar pukul 18.00 WIT.

Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah menjelaskan Roni ditemukan dengan kondisi lemas bersama longboat miliknya.

“Roni kemudian dievakuasi nelayan Desa Yellu untuk diserahkan ke Pos Patroli Laut TNI AL guna mendapatkan perawatan medis,” kata Muhamad di Ambon, Minggu, 12 April 2026.

Baca juga: Hilang Kendali, Pengendara Motor IRT Tewas Usai Tabrak Pembatas Jalan JMP Ambon

Muhamad mengatakan pihaknya lalu berkoordinasi dengan keluarga korban yang ikut mencari di sekitar Perairan Pulau Misool.

Keluarga kemudian menuju Pulau Yellu untuk menjemput korban.

“Setelah melakukan beberapa jam perjalanan, korban bersama keluarga kini sudah tiba dengan selamat di Dusun Parigi pada pukul 17.00 WIT,” jelasnya.

Muhamad menambahkan, dengan ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Selanjutnya unsur Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.

Baca juga: Pencarian Nelayan Haria Maluku Tengah Diperluas, Andalkan Titik Koordinat SAR Maps Cari Korban

Sebelum diberitakan, Roni awalnya dilaporkan hilang kontak di Perairan Pulau Misool. Saat itu, nelayan asal Dusun Parigi, Desa Wahai, Kabupaten Maluku Tengah hendak dalam perjalanan menuju Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku.

Kepala Basarnas Ambon, Muhamad Arafah menjelaskan laporan hilangnya Roni diterima dari Kapolsek Wahai.

"Dalam keterangan dilaporkan, awalnya korban bertolak dari Pulau Misool menuju Kabupaten Seram Bagian Timur, Kamis, 9 April 2026 pukul 15.00 WIT," jelas Muhamad melalui keterangan tertulis, Minggu, 12 April 2026.

Muhammad mengatakan korban pun diperkirakan sampai di Seram Bagian Timur, Jumat, 10 April 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Nelayan Wahai Maluku Tengah Hilang di Perairan Misool Raja Ampat Ditemukan Selamat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!