MALUKU-Wakapolda Maluku Brigjen Imam Thobroni menekankan pentingnya peran negosiator dalam upaya mewujudkan Polri yang lebih humanis dan profesional.
Penekanan itu disampaikan Brigjen Imam Thobroni saat membuka pelatihan negosiator Polda Maluku di Ruang Rapat Utama Markas Polda Maluku, Jumat, 12 Oktober 2025.
Pelatihan negosiator merupakan upaya Polda Maluku memperkuat kemampuan komunikasi dan negosiasi personel di lapangan.
Baca juga: Sambangi SMA Kristen YKPM Ambon, Polisi Ajak Pelajar Setop Tawuran dan Hindari Narkoba
Pelatihan ini dirancang untuk membekali anggota dengan kemampuan komunikasi persuasif, pengendalian emosi, dan strategi negosiasi dalam menghadapi situasi massa yang dinamis.
Wakapolda juga menekankan kemampuan bernegosiasi bukan sekadar keahlian teknis, tetapi juga bentuk implementasi nilai-nilai presisi dalam menjalankan tugas kepolisian.
“Negosiator bukan hanya berbicara, tetapi juga mendengarkan dan memahami situasi. Dengan kemampuan ini, kita bisa mencegah terjadinya eskalasi dan menjaga agar setiap kegiatan masyarakat, termasuk unjuk rasa, tetap berjalan damai,” kata Brigjen Imam Thobroni.
Baca juga: Pimpin Apel di Polres Buru, Kabid Propam Ingatkan Personil Hindari Pelanggaran
Pada kesempatan itu, Brigjen Imam juga menyoroti pentingnya peran Polwan dalam tim negosiator. Kehadiran Polwan, menurutnya, dapat menghadirkan nuansa yang lebih lembut dan empati dalam komunikasi dengan massa, terutama dalam situasi yang berpotensi menimbulkan ketegangan.
“Keterlibatan Polwan bukan hanya simbol, tetapi kebutuhan nyata. Polwan sering kali mampu meredam emosi dan menghadirkan pendekatan yang lebih humanis. Ini sejalan dengan semangat Polri yang melindungi dan mengayomi masyarakat,” tambahnya.
Baca juga: Seorang Pria di Ambon Aniaya Pemuda Mabuk hingga Tewas, Tersulut Emosi Kamar Dibakar
Pelatihan negosiator diharapkan dapat menghasilkan personel Polri yang memiliki kemampuan komunikasi efektif dan mampu menjadi jembatan antara masyarakat dan aparat dalam menjaga stabilitas keamanan.
Dalam kegiatan pelatihan tersebut, para peserta selain mendapatkan materi secara teoritis, juga mengikuti simulasi lapangan yang menggambarkan berbagai skenario penanganan aksi massa.
Melalui pelatihan ini, Polda Maluku berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme anggotanya, khususnya dalam pendekatan humanis yang menekankan dialog dan negosiasi sebagai langkah utama dalam penyelesaian konflik sosial di masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rilis