Selasa, 04 NOVEMBER 2025 • 13:29 WIB

Inovasi Bupati Ozan Hubungkan 1.500 Siswa Daerah 3T Belajar Secara Daring

Author

Momen Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir belajar di luar ruang bareng anak-anak SD Negeri 234. (dok istimewa)

MALUKU-Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir terus berinovasi meneguhkan komitmennya memberikan akses pendidikan adil bagi siswa di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).

Meski menghadapi tantangan rentang kendali, semangat Bupati Ozan sapaan karib Zulkarnain tak pernah surut. Ia pun menempuh starategi inovatif, responsif dan humanis dalam memajukan bidang pendidikan.

Strategi itu dianggap ampuh, memangkas ketimpangan digital. Inovasi Bupati Ozan ini, semata-mata untuk memberikan layanan pendidikan bermutu bagi siswa SD dan MI yang tersebar di pulau kecil dan pegunungan di Maluku Tengah.

Baca juga: Pesan Bupati Ozan di Sidang Paripurna: Persaudaraan Jadi Jati Diri Kota Masohi

Langkah konkret, kata Bupati Ozan membuka akses digital untuk sekolah 3T menggunakan perangkat internet Starlink. Saat ini, terdapat 30 sekolah telah diberi Starlink dan genset portabel di dua wilayah tersebut.

”Kini kepala sekolah, guru, dan siswa memiliki akses internet berbasis satelit,” ungkap saat Puncak Perayaan HUT ke-68 Kota Masohi, Senin, 3 Oktober 2025.

Saat itu, Bupati Ozan menyampaikan paparannya itu kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Ketua Komisi X DPR-RI Hetifah Sjaifudin dan Direktur INOVASI secara daring.

”Bahkan, masyarakat sekitar sekolah juga ikut merasakan manfaatnya, mereka sudah bisa terhubung dengan keluarga di luar daerah secara real time,” lanjutnya.

Baca juga: Buka Pameran Budaya dan UKM, Bupati Ozan Serukan Spirit 'Masohi Bersaudara'

Bupati Ozan pun mengungkap lewat inovasi ini pula lebih dari 1.5000 siswa di daerah 3T mendapatkan pembelajaran bermutu sebagai dampak dari akses digital.

Setelah 30 titik Starlink terpasang, rencana selanjutnya akan membangun studio Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Masohi.

Studio ini akan memungkinkan guru-guru di Masohi mengajar siswa di sekolah-sekolah 3T dengan bantuan guru pendamping di lokasi.

Bupati Ozan saat bercanda dengan seorang siswa saat belajar luar ruang. (dok istimewa)

”Dengan begitu, anak-anak di daerah terpencil tetap bisa menikmati pembelajaran yang berkualitas,” jelasnya. 

”Insya Allah, melalui studio PJJ ini, visi Bapak Menteri untuk mewujudkan 'Pendidikan Bermutu untuk Semua' akan benar-benar terasa di Maluku Tengah. Kami siap menjadi daerah pertama yang mengimplementasikan model pembelajaran jarak jauh ini secara nyata,” tambahnya.

Peningkatan Kapasitas Guru

Lanjut Bupati Ozan selain menyediakan layanan akses internet, peningkatan kapasitas guru juga menjadi prioritas utama. Hal tersebut, kata Bupati Ozan sejalan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti tentang Hari Guru Belajar.

Momen Bupati Ozan bersalaman dan berswafoto bersama para siswa. (dok istimewa)

”Untuk menindaklanjutinya, saya telah mengeluarkan Instruksi Bupati Nomor 420/04/INS/2025. Instruksi ini mewajibkan semua guru mengikuti pelatihan mingguan melalui Kelompok Kerja Guru (KKG),” bebernya

”Berlaku bagi guru di gugus maupun di sekolah masing-masing. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi dan mutu pembelajaran,” terangnya.

Tak hanya itu, melalui dukungan Program INOVASI, sekolah-sekolah kini menerapkan pembelajaran abad 21 yang aktif dan menyenangkan.

Baca juga: Momen Bupati Ozan Bareng Istri Baca Buku di Pameran Budaya

Dalam penerapannya, siswa belajar bekerja sama, berani menyampaikan pendapat dan menggunakan berbagai media untuk memahami pengetahuan dan keterampilan secara lebih efektif.

”Untuk memastikan dampak dari program, saya berkunjung ke SD Negeri 234 dan ikut merasakan perubahan praktik pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

”Saya menyaksikan sendiri anak-anak kami lebih percaya diri, senang belajar dan lebih menguasai materi yang diajarkan,” terangnya.

Menurut Bupati Ozan, proses pembelajaran di sekolah tidak berbeda dengan proses pembelajaran di sekolah internasional. 

Tidak Kalah dengan Kelas di Sekolah Internasional 

Dampak lain, Bupati Ozan menuturkan guru dan siswa kini bisa mengakses sumber belajar dan pelatihan secara daring. Hari ini menjadi titik penting, karena teknologi telah menjangkau sekolah-sekolah yang sebelumnya belum terlayani, termasuk di wilayah pegunungan dan kepulauan.

”Kami kini bisa berkomunikasi langsung dengan anak-anak, guru, dan masyarakat di daerah terpencil,” ujarnya.

Selain itu, partisipasi guru dalam KKG terus meningkat. Metode dan strategi mengajar kini lebih kreatif dan inovatif. Guru-guru pun telah terbiasa menyiapkan media pembelajaran sebelum masuk kelas. Pengalaman dari KKG ini akan dipakai untuk mengimplementasikan pembelajaran mendalam.

Baca juga: Bupati Ozan Beri 4 Unit Starlink untuk 4 SD di Maluku Tengah, Komitmen Pangkas Ketimpangan Digital Wilayah 3T

”Ruang-ruang kelas kami kini sudah literat, lebih kaya informasi dan dilengkapi dengan buku-buku anak,” jelasnya.

”Jika Bapak Menteri, Ibu Ketua Komisi X DPR-RI, dan Ibu Direktur INOVASI berkenan berkunjung ke Maluku Tengah, kami siap menunjukkan langsung transformasi pembelajaran di sekolah kami. Kelas-kelas kami tidak kalah dengan kelas di sekolah internasional,” pungkasnya.

Bupati Ozan menambahkan berkat strategi menghadirkan pendidikan bermutu juga berpengaruh terhadap Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan di Kabupaten Maluku Tengah. Kini meningkat dari 679,45 poin pada tahun 2023 menjadi 689,46 poin tahun 2024. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU