Jumat, 16 JANUARI 2026 • 16:12 WIB

Pemkot Ambon Buka Akses Air Bersih untuk 200 KK di Urimesing

Author

Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena meresmikan akses air bersih secara simbolis di Ponegoro Atas, Urimesing, Nisawine, Kota Ambon, Maluku, Kamis (15/1/2026). (ANTARA/Winda Herman)

MALUKU - Pemerintah Kota Ambon membuka akses jaringan air bersih baru bagi 200 kepala keluarga di kawasan Ponegoro Atas, Kelurahan Urimesing, Kecamatan Nusaniwe.

“Program ini menjadi bagian dari prioritas pemkot dalam memperluas pelayanan air bersih bagi warga yang selama ini belum terjangkau,” kata Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, Kamis (15/1/2026)

Akses air bersih tersebut dibangun melalui kerja sama Pemkot Ambon dengan Perumda Tirta Yapono. Jika seluruh warga mendaftar sambungan, jaringan ini mampu melayani hingga 200 kepala keluarga.

Baca juga: Bukan Cuma Bersih-Bersih, Kawasan Arbes Bakal Jadi Destinasi dan Tempat Nongkrong Baru di Ambon

“Ini merupakan program air bersih pemkot di bawah kepemimpinan saya dan ibu wakil wali kota. Kondisi aktual menunjukkan sebagian besar warga Ambon belum terakses air bersih yang layak. Karena itu lima tahun ini kita berupaya mengurangi jumlah warga yang belum terlayani,” ujarnya.

Untuk meringankan beban masyarakat, Pemkot Ambon memberikan potongan biaya pemasangan sebesar Rp500 ribu. Biaya pemasangan sambungan air berkisar Rp1,9 juta hingga Rp2,1 juta dan dapat dicicil sebanyak tiga kali.

“Daftar sambungan tidak bayar, biaya pemasangan berkisar Rp1,9 sampai Rp2,1 juta. Kita beri kemudahan bisa dicicil tiga kali. Kalau ada anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) daerah pemilihan sini yang mau bantu pembiayaan sambungan, masyarakat silakan pilih mereka lagi pada periode berikut,” katanya.

Selain membuka jaringan baru di Urimesing, Pemkot Ambon juga merevitalisasi sumber air milik Perumda Tirta Yapono di Wainitu yang saat ini melayani lebih dari 4.000 kepala keluarga di sejumlah wilayah.

Baca juga: Hari Ketiga Pasca Banjir Halbar: Personel Brimob Malut Terjun Langsung Bantu Warga

Pemkot Ambon terus melakukan pengembangan dan evaluasi sumber air potensial di beberapa lokasi, seperti Benteng Atas, Amahusu, dan Halong, guna menambah pasokan air bersih.

“Kami berharap dari kerja-kerja hari ini masalah air bersih makin berkurang. Kalau selama lima tahun kita konsisten, maka keluhan air bersih yang sulit akan semakin sedikit,” tambahnya.

Wali Kota juga mengingatkan masyarakat untuk memenuhi kewajiban pembayaran iuran layanan air.

“Setiap jasa yang disediakan pemkot ada retribusinya. Masyarakat perlu membantu membayar sesuai pemakaian. Saya rasa ini adil,” tegasnya.

Ia menegaskan penyediaan air bersih membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, DPRD, dan pemangku kepentingan lainnya. Pemerintah Kota Ambon juga menyampaikan apresiasi kepada Perumda Tirta Yapono atas upaya berkelanjutan dalam memperluas layanan air bersih.

“Pemkot menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada Tirta Yapono yang setiap waktu melakukan upaya konkret membantu masyarakat mendapat akses air bersih,” ucap Bodewin.

Pemkot Ambon berharap dalam waktu dekat dapat membuka titik layanan air bersih baru agar lebih banyak warga terlayani.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU