Selasa, 03 MARET 2026 • 10:22 WIB

Jelang Lebaran 1447 H, Gubernur Sherly Luncurkan Pasar Subsidi dan Pangan Terjangkau di Sofifi

Author

Gubernur Malut luncurkan pangan murah Lebaran (Humas/ADPIM)

MALUKU – Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengambil langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Idulfitri 1447 Hijriah. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, meresmikan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Pasar Murah Terpadu yang digelar di kawasan Kampong Ramadhan, Taman Sultan Tidore, Senin (2/3).

Program yang diinisiasi oleh Dinas Pangan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) tersebut difokuskan untuk menjaga kestabilan harga sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan kebutuhan pokok menjelang Lebaran.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa intervensi pemerintah melalui subsidi paket sembako merupakan bentuk keberpihakan nyata kepada masyarakat, khususnya umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa.

Ia menjelaskan, warga cukup menebus paket bahan pokok senilai Rp50.000 yang berisi beras premium 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan gula pasir 2 kilogram. Jika dibeli secara normal di pasaran, nilai paket tersebut berkisar antara Rp170.000 hingga Rp180.000. Selisih harga ini diharapkan mampu meringankan beban pengeluaran rumah tangga menjelang hari raya.

Pada tahap awal, pemerintah menyalurkan sekitar 9 ton paket sembako atau setara 1.000 kupon dari Dinas Pangan. Sementara itu, Disperindag menyiapkan 300 paket bagi warga Sofifi dan 700 paket untuk masyarakat Pulau Tidore. Sasaran utama program ini adalah warga dengan kategori ekonomi Desil 1 hingga 5.

Selain paket subsidi, Perum Bulog turut mendukung kegiatan dengan menyediakan beras SPHP seharga Rp12.000 per kilogram serta Minyak Kita seharga Rp15.700 per liter yang dapat diakses masyarakat umum.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga wadah dialog terbuka antara pemerintah daerah dan masyarakat. Sejumlah aspirasi warga langsung ditindaklanjuti di lokasi kegiatan.

Gubernur mengambil tiga keputusan strategis. Pertama, menginstruksikan Dinas Sosial untuk segera mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan bagi warga kurang mampu guna mempertahankan status Maluku Utara sebagai provinsi Universal Health Coverage (UHC).

Kedua, membuka peluang akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, khususnya ibu-ibu yang memproduksi takjil dan kue Lebaran, melalui program pinjaman hingga Rp3 juta bekerja sama dengan PNM Mekaar.

Ketiga, memastikan perbaikan infrastruktur jalan di kawasan Pasar Galala Tikep akan mulai dilaksanakan pada Juli 2026 sebagai bagian dari komitmen peningkatan fasilitas publik.

Gubernur menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah menjaga laju inflasi daerah agar tetap terkendali sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa tekanan kenaikan harga yang signifikan.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis paket sembako kepada perwakilan warga serta peninjauan langsung lapak pedagang di Kampong Ramadhan. Gubernur didampingi Wakil Gubernur, Sekretaris Provinsi, Ketua TP PKK Maluku Utara, perwakilan Badan Pangan Nasional, Kepala Bulog Ternate, serta jajaran pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Malutprov.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU