MALUKU-Tim SAR gabungan terus mencari nelayan asal Desa Haria, Kabupaten Maluku Tengah yang hilang usai jatuh dari atas perahu.
Area pencarian Roy Souhoka, 41 tahun, di Perairan Pulau Saparua kini diperluas.
Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muhamad Arafah menjelaskan pencarian Roy telah memasuki hari ketiga pada Sabtu, 11 April 2026.
"Sejak pukul 07.00 WIT, tim SAR gabungan dikerahkan menyisir sejumlah titik koordinat sesuai SAR MAPS yang sudah ditentukan," ungkap Muhamad melalui keterangan tertulis, Sabtu, 11 April 2026.
Baca juga: Ketua TP PKK Maluku Sapa Warga dalam Kegiatan Pengobatan Gratis di Kudamati Ambon
Muhamad melanjutkan upaya pencarian korban ditengah hujan dan kabut di sekitar Perairan Pulau Saparua.
"Operasi ini akan dilakukan hingga sore. Selanjutnya kalau menemukan keberadaan korban segera diinformasikan," katanya.
Lebih lanjut, Muhamad mengatakan sebelumnya pada operasi SAR hari kedua, Jumat, 10 April 2026, tidak membuahkan hasil.
"Tim SAR gabungan belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan korban," ungkapnya.
Baca juga: Jejak Sejarah Benteng Nieuw Victoria di Ambon: Dari Portugis, VOC, hingga Konflik RMS
Sebelumnya diberitakan, Kepala Basarnas Ambon, Muhamad Arafah mengatakan berdasarkan laporan Camat Saparua, awalnya korban Roy pergi melaut pada Rabu, 8 April 2026 sekitar pukul 20.00 WIT.
“Selanjutnya, Kamis, 9 April 2026 pukul 06.30 WIT korban terlihat jatuh dari perahu oleh nelayan lain,” kata Muhamad kepada wartawan di Ambon, kemarin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: