Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 31 OKTOBER 2025 • 06:00 WIB

Cara Polisi Cegah Perundungan dan Tawuran Pelajar SMA di Ambon

Cara Polisi Cegah Perundungan dan Tawuran Pelajar SMA di AmbonSosialisasi Anti Kekerasan untuk pelajar SMA Negeri 2 Ambon. (Dok Humas Polda Maluku)

MALUKU-Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) Polda Maluku menggelar kegiatan Pembinaan Rohani dan Sosialisasi Anti Kekerasan untuk pelajar SMA Negeri 2 Ambon, Rabu, 29 Oktober 2025.

Para siswa, diajak memahami bahaya kekerasan, dampak buruk tawuran dan pentingnya menggunakan media sosial (medsos) secara bijak dan bertanggung jawab.

Baca juga: Kombes Yudi Kristanto Tekankan Pentingnya Response Time Via  Layanan 110 kepada Personil Polda Maluku

Dalam kesempatan itu, Ps Kanit 3 Sijagatah Dittahti Polda Maluku, Aipda Ronald Rafles Pakey menegaskan bahwa perilaku kekerasan seperti tawuran dan bullying atau perundungan bukanlah bentuk keberania. Tapi Ronald menyebut itu adalah cerminan lemahnya kontrol diri. Ronald pun mengajak para siswa menjadi pelopor perdamaian dan saling menghargai sesama.

“Budaya kekerasan tidak menunjukkan kehebatan, justru merusak masa depan. Mari bersama-sama hentikan bullying, hentikan tawuran. Gunakan energi muda untuk hal positif,” pintanya.

Ronal mengatakan pelajar agar bijak menggunakan medsos. Dunia maya, kata Ronald, bisa menjadi ruang yang bermanfaat bila digunakan untuk menyebarkan inspirasi dan kebaikan bukan kebencian atau provokasi.

Baca juga: Polda Maluku Tegaskan Tindak Pelanggar HET, Ini Alasannya

Kegiatan ini juga diisi dengan pembinaan rohani lintas agama oleh para tokoh pendidikan dan keagamaan. Melalui pendekatan spiritual dan moral, para narasumber menanamkan nilai-nilai kasih, toleransi, dan tanggung jawab sosial di kalangan generasi muda.

Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Ambon, Ferdinan Philips Soumokil, mengapresiasi langkah Polda Maluku yang turun langsung ke sekolah.

“Kami berterima kasih atas kepedulian Polda Maluku yang hadir memberikan edukasi moral dan spiritual kepada siswa,” katanya.

Baca juga: Cegah Konflik, Polda Maluku Inisiasi Program 'Baileo Emarima' di Tulehu Maluku Tengah

"Anak-anak perlu bimbingan agar tidak mudah terbawa arus kekerasan yang kini marak di lingkungan remaja,” ujarnya.

Diketahui, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam membentuk karakter pelajar yang berakhlak, toleran, dan menjauhi budaya kekerasan di sekolah dan masyarakat.

Kegiatan berlangsung di Aula SMA Negeri 2 Ambon ini dihadiri oleh Kepala Sekolah Ferdinan Philips Soumokil, Pamong Budaya Ahli Muda Kementerian Agama Maluku Pdt. Carl H. Thenu dan Penyuluh Agama Kristen Lesly Taribuka. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Cara Polisi Cegah Perundungan dan Tawuran Pelajar SMA di Ambon

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!