Jumat, 17 OKTOBER 2025 • 07:24 WIB

Kapal Pengangkut 35 Ton Minyak Tanah Terbakar di Perairan Banda Maluku Tengah, Api Dipicu dari Selang Mesin Alkon yang Putus

Author

Kapal Layar Motor (KLM) Sarana Perkasa terbakar di Perairan Pulau Gunung Api Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. (dok istimewa)

MALUKU-Kapal Layar Motor Sarana Perkasa terbakar di Perairan Pulau Gunung Api Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. 

Kebakaran itu terjadi pada Kamis, 16 Oktober 2025 pukul 09.40 WIT.

Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muhamad Arafah menjelaskan sebelum terbakar, kapal yang mengangkut 35 ton minyak tanah itu awalnya bertolak dari Pelabuhan Ina Marina, Kota Masohi.

Baca juga: Tragis Wanita Diduga Terjerat Utang di Ambon Tewas Gantung Diri, Kerap Didatangi Penagih

"Namun saat tiba di Perairan Pulau Gunung Api Banda Neira, kapal alami kebocoran dan kandas," kata Muhamad kepada wartawan di Ambon, Kamis, 16 Oktober 2025.

Muhamad berkata, delapan anak Buah Kapal (ABK) dan nahkoda dibantu warga lalu memindahkan minyak tanah ke kapal nelayan.

Pemindahan minyak tanah itu menggunakan selang yang terhubung dengan mesin alkon.

"Tiba-tiba, selang dari mesin alkon terputus sehingga menyebabkan percikan dan memicu terjadinya kebakaran kapal," ungkapnya.

Baca juga: Pabrik Tahu Meledak di Kota Masohi Maluku Tengah, Satu Pekerja Terluka

Tak lama berselang, tim SAR gabungan dikerahkan menggunakan RIB Pos SAR Banda bergerak menuju lokasi kejadian.

"Kemudian mengevakuasi seluruh ABK dan nahkoda dalam keadaan selamat ke Pulau Banda Neira dan Pulau Hatta," ujarnya.

"Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat dan telah dievakuasi maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup," sambungnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU