Jumat, 01 AGUSTUS 2025 • 20:31 WIB

Waspada ! Gelombang 4 Meter Berpotensi Terjang Perairan di Maluku

Author

Ilustrasi gelombang tinggi berpeluang terjang Perairan Maluku. ((Jaesung An/Pixabay))

MALUKU-BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Ambon mengeluarkan peringatan dini gelombang setinggi empat meter berpotensi menerjang sejumlah perairan di Maluku

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Aneras Wulan menyebutkan, peringatan gelombang tinggi tersebut berlaku sejak 2 Agustus hingga 5 Agustus 2025.

"Berlaku 2 Agustus 2025 pukul 09.00 WIT hingga 5 Agustus 2025 pukul 09.00 WIT," kata Wulan melalui keterangan tertulis, Jumat, 1 Agustus 2025.

Baca juga: 14 Warga Tiongkok Diduga Penambang Emas di Gunung Botak, Punya Visa ?

Dari analisi kondisi sinoptik, kata Wulan, pola angin di wilayah Maluku umumnya bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan angin rata-rata berkisar 6 - 25 knot. 

Kecepatan angin tertinggi mencapai 30 knot terpantau berada di Perairan Kepulau Kei, Perairan Kepulauan Aru, Perairan Kepulauan Tanimbar, dan Perairan Kepulauan Babar. 

Selanjutnya di Perairan Kepulauan Sermata - Kepulauan Leti, Perairan Wetar, Laut Banda, dan Laut Arafuru.

Dengan kondisi begitu, berpeluang terjadi gelombang tinggi 1.25-2,5 meter. Gelombang berpotensi menerjang Perairan Utara Pulau Buru, Perairan Seram Bagian Barat, Perairan Utara Maluku Tengah dan Perairan Seram Bagian Timur (Utara). 

Baca juga: Pelindo Investasi Rp 25 Miliar Bangun Terminal Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dengan Kapasitas 1.800 Penumpang

"Gelombang juga berpeluang terjadi  Perairan Seram Bagian Timur (P. Gorong), Perairan Utara Kepulauan Aru, Perairan Kepulauan Babar dan Perairan Wetar," jelasnya. 

Selain itu, gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4,0 meter berpeluang terjadi di Perairan Kepulauan Kai, Perairan Timur Kepulauan Tanimbar dan Laut Arafuru bagian barat.

Untuk itu, masyarakat diimbau untuk waspada risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. 

"Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diimbau untuk tetap waspada," harapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Keterangan Pers

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU