MALUKU – Sebanyak 24 Warga Negara Asing (WNA) China kepergok tengah beraktivitas di tambang emas Gunung Botak di Kabupaten Buru, Maluku.
Para WNA terjaring saat Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon bersama Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) Kabupaten Buru kembali menggelar operasi di area tambang tersebut, Senin, 4 April 2026.
Operasi itu juga melibatkan aparat Kodim, Polres, Kejaksaan, dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku.
Kepala Imigrasi Kelas I TPI Ambon, Eben Rifqi Taufan menjelaskan dari total 24 WNA yang diamankan, 22 orang ditemukan langsung di lokasi tambang.
Baca juga: 14 Warga Tiongkok Diduga Penambang Emas di Gunung Botak, Punya Visa ?
Sedangkan dua lainnya berada di kantor operasional di wilayah yang sama.
“Seluruh paspor WNA tersebut saat ini telah kami amankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait izin tinggal dan kesesuaian aktivitas mereka di Indonesia,” jelas Eben kepada wartawan di Ambon, Rabu, 6 April 2026.
Eben menegaskan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan mendalam, termasuk wawancara terhadap para WNA tersebut guna memastikan legalitas keberadaan dan aktivitas mereka.
Eben mengatakan, operasi ini merupakan bagian dari kegiatan rutin pengawasan orang asing yang dilakukan Imigrasi Ambon di seluruh wilayah kerjanya.
Langkah ini juga dilakukan pasca penertiban sebelumnya oleh Satgas PKH dan Kodam setempat.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh orang asing di wilayah Maluku memiliki izin yang sah dan aktivitasnya sesuai dengan ketentuan. Kehadiran mereka harus memberikan manfaat, bukan sebaliknya,” tegasnya.
Baca juga: Agoes Dukung Pengosongan PETI Gunung Botak, Siap Tindak Oknum Kejaksaan 'Nakal'
Eben memastikan bahwa seluruh WNA yang diamankan berkewarganegaraan China dan beraktivitas di kawasan pertambangan Gunung Botak, tepatnya di wilayah Nambalaya.
Terkait informasi adanya 16 WNA yang sebelumnya diamankan oleh Satgas, Eben menyatakan bahwa jumlah tersebut merupakan bagian dari total 24 orang yang saat ini ditangani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan